Tak Banyak yang dilakukan Mas pada hari Natal tahun ini. Memang Mas tidak merayakan, tetapi dia tidak pernah lupa mengucapkan selamat Natal kepada orang-orang yang merayakannya. Dia juga menyempatkan belanja bingkisan-bingkisan kecil Natal untuk para koleganya.
Setelah memarkirkan sepeda motor dia bergegas memasuki sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kotanya. Kakinya melangkah cepat karena sepertinya akan turun hujan. Setelah menaiki tangga depan pusat perbelanjaan itu, lalu melewati metal detector yang dijaga oleh duasecurity, langkahnya menjadi lebih santai. Dia melenggang menuju tangga eskalator. Setelah mengitari lantai ke dua, kemudian dia memutuskan untuk naik ke lantai tiga. Dia ingin minum secangkir kopi di Food Court pusat perbelanjaan itu.
Mas mencari meja di area yang diperbolehkan merokok. Setelah memesan kopi dan membayar dia duduk mengeluarkan sebungkus rokok dan korek api lalu menyalakannya. Beberapa menit kemudian secangkir kopi diantar oleh seorang waiter. Jarinya menaruh rokok yang sedang dijepitnya ke asbak yang ada di meja itu. Dia mulai menyeruput kopinya. Mukanya kelihatan kecewa karena kopi di sini kurang mantap rasanya. Dia memaklumi saja. Memang tempat ini bukan khusus untuk minum kopi. Setelah menaruh cangkir, mata Mas tiba- tiba terlempar jauh ke seberang sayap utara. Dia melihat sebuah resto cepat saji. Teringat kejadian dua tahun yang lalu. Ya tepatnya di hari Natal juga. Mas diundang oleh sahabatnya Dwi dan pasangannya Drew bersama dua temannya Fey dan Roby untuk merayakan Natal dengan acara makan siang di sana. Tempat yang sangat special dengan menu khusus yang disajikan secara spesial pula. Makan Siang Natal yang sangat menyenangkan. Penuh damai, kebahagiaan dan ramah tamah. Namun yang selalu diingat Mas adalah pesan singkat yang dia terima setelah makan siang Natal itu.
"Thank you for spending the time with me for the XMas lunch.
Its good to have sometime with you guys
as my little family in Yogya."
*Dwi and Drew
Mas sangat terharu dengan isi pesan singkat itu. Dia merasa sangat dihargai karena telah dianggap sebagai keluarga kecil mereka. Dia ingat dan tuliskan pesan singkat itu pada buku jurnalnya. Namun setelah tahun berganti semua kembali sibuk pada kegiatan masing masing. Mas jarang bertemu dengan Dwi apalagi Drew. Sampai akhirnya Mas mendengar berita yang mengagetkan sekaligus menyedihkan. Drew mendahului pergi selamanya.
*buat sahabatku Drew semoga bahagia dan damai selalu di alam sana!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar